"Kalau sekarang ini lebih banyak mencari minyak. Hati-hati, gara-gara minyak, ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana. Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ini bisa bahaya, berdampak sistemik, masif dan terstruktur ini," ujar Bahlil di acara Forek Hulu Migas di Kempinski Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menjelaskan soal pentingnya para pemegang konsesi migas yang telah menyelesaikan eksplorasi dan mengantongi persetujuan rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/POD) segera mengeksekusi proyeknya.
Dia juga menegaskan bagi pemegang konsesi yang tidak mampu mengembangkan lapangan migas diminta menyerahkannya kepada negara. Hal ini juga ditunjukkan kepada Pertamina.