"Alhamdulillah nilai ekspor kita untuk di sektor mineral nikel saja pada tahun 2023 sudah mencapai US$ 34 miliar dan di tahun 2025 sudah lebih di angka U$ 40 miliar dan di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka US$ 45 miliar. Ini baru satu komoditas," ujar Bahlil dalam pembukaan TEI, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut membawa Indonesia ke World Trade Organization (WTO). Namun, penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai bagian daripada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, harus dimaknai sebagai bagian kemandirian politik ekonomi nasional.
Bahlil juga meminta kepada para delegasi luar negeri yang datang agar berinvestasi di Indonesia saja. Pemerintah akan membuat kebijakan yang mendorong energi baru terbarukan.