Dalam kesempatan itu, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia selalu menghargai komitmen kontrak yang telah ada. Namun dia juga bilang bahwa komitmen tersebut harus dilakukan oleh kedua belah pihak.

"Tapi kan juga menghargai itu kan tidak boleh yang satu pihak. Harus semuanya kan kita selalu menghargai. Nah itu maksud kita," terangnya.