Bahlil menegaskan kerja sama tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas agar memberikan manfaat bagi industri nasional dan masyarakat.
"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.
Kementerian ESDM akan mengawal peluang kerja sama Indonesia-Rusia agar dapat diterjemahkan menjadi program dan investasi yang mendukung ketahanan pasokan, peningkatan produksi energi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta kemandirian energi nasional.