Per 23 September 2026, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik, dengan lebih dari 90 lokasi menempati gedung permanen dan melayani sekitar 44.000 siswa.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 150 ribu siswa pada 2027. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029.
Melalui skema pendidikan berasrama, siswa tidak hanya memperoleh kesempatan belajar, tetapi juga dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak-anak dapat bersekolah tanpa harus terbebani biaya pendidikan, makan, maupun tempat tinggal.
Upaya memperluas akses pendidikan berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas sarana pendidikan.
Pemerintah melakukan revitalisasi sekolah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.
Sepanjang 2025, sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi. Sementara itu, revitalisasi terhadap 11.744 sekolah pada 2026 telah berjalan sekitar 70 persen. Atas arahan Presiden Prabowo, target revitalisasi diperluas menjadi 71.744 sekolah.
Pemerintah juga mendorong pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui program digitalisasi pendidikan. Sepanjang 2025, papan interaktif digital telah didistribusikan ke 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Pada 2026, setiap sekolah menerima tambahan tiga unit, dengan sasaran empat ruang kelas di setiap sekolah dilengkapi papan interaktif digital.