Kehadiran teknologi di ruang kelas diharapkan membantu guru menyampaikan materi dengan lebih interaktif dan memudahkan siswa memahami pelajaran. Dengan dukungan tersebut, anak-anak Indonesia di berbagai wilayah diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang semakin setara untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Setelah fondasi pendidikan diperkuat, perhatian pemerintah berlanjut pada transisi lulusan baru menuju dunia kerja.
Melalui Program Magang Nasional, pemerintah berupaya menjawab persoalan yang kerap dihadapi pencari kerja pemula. Dalam program ini, peserta menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota serta sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki pasar kerja.
Hasil program tersebut juga mulai terlihat dari penyerapan tenaga kerja. Sekitar 30 ribu peserta program magang 2025 telah direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Peluang pengembangan talenta muda juga diperluas hingga pasar kerja internasional melalui program SMK Go Global. Presiden menjalankan program ini untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dapat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang legal dan aman.
Sejak pendaftaran dibuka pada 12 Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 7.239 peserta dari target 40.000 orang pada tahun ini. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 talenta hingga 2029, yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat umum.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan karier bagi generasi muda Indonesia. Dengan pembekalan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja dan persiapan yang memadai, lulusan pendidikan vokasi diharapkan mampu bersaing di tingkat internasional.