NADIKABAR.COM — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan pemerintah menempatkan pembangunan karakter sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi masa depan.

"Negara menempatkan karakter anak muda sebagai titik awal kemajuan. Pemerintah membentuk generasi yang tidak menyerah saat menghadapi kesulitan dan tidak runtuh saat gagal. Negara membuka jalan agar pemuda berani bermimpi setinggi langit dan bekerja sekeras mungkin sampai memberi yang terbaik bagi bangsa," ujar Syahganda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Komitmen tersebut tercermin dalam sejumlah program yang dirancang untuk menjangkau kebutuhan generasi muda di berbagai tahap kehidupan.

Mulai dari memastikan anak tumbuh sehat, membuka akses pendidikan yang lebih merata, menghadirkan ruang belajar yang layak dan modern, hingga membekali lulusan baru dengan pengalaman kerja serta peluang menembus pasar global.

Pembangunan generasi unggul dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk gizi. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berupaya mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam mengikuti proses pendidikan.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 9 Oktober 2026, program MBG telah menjangkau 57,5 juta penerima melalui 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penerima manfaatnya terdiri atas 46,2 juta peserta didik, 3,9 juta pendidik dan tenaga kependidikan, serta 7,4 juta kelompok rentan, meliputi 4,9 juta balita, 1,8 juta ibu menyusui, dan 700 ribu ibu hamil.

Pemerintah menargetkan jangkauan program ini meningkat menjadi 72,4 juta penerima pada 2027. Dengan cakupan tersebut, MBG menjadi salah satu upaya memastikan kebutuhan gizi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi mereka.

Pemerintah juga memperluas kesempatan belajar melalui program Sekolah Rakyat. Program ini membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin, sekaligus membantu mengurangi beban orang tua yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.