NADIKABAR.COM — Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan pemerintah bersikap terbuka kepada masyarakat untuk terus mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi kepastian perbaikan.
Dalam acara dialog nasional refleksi 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, Hariqo mengatakan Program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membutuhkan evaluasi terus menerus demi kepastian perbaikan.
"Kalau masyarakat marah-marah terhadap program MBG, itu wajar. Siapapun pasti akan marah kalau ada anaknya yang keracunan. Dan, bapak ibu juga jangan ragu-ragu dikritik saja habis-habisan program MBG itu," kata Hariqo.
Dia mengatakan kedua program itu membutuhkan banyak sekali perbaikan, selain menyebut beberapa kritikan masyarakat banyak terbukti.
Secara khusus terkait MBG sudah banyak dilakukan perbaikan, termasuk menggunakan percontohan MBG prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 10 provinsi.
"Hari ini terbukti, sudah banyak perbaikan. Ketika dilakukan (MBG) prasmanan, responnya sangat baik dari masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan transformasi pelaksanaan Program MBG melalui penguatan tata kelola, standard keamanan pangan, serta berbagai inovasi sebagai bagian dari revolusi MBG 2.0.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny, pada Rabu (21/10), menyatakan telah merombak cara kerja program. Perhatian terhadap MBG bukan lagi hanya mengenai seberapa luas jangkauan program, melainkan juga bagaimana memastikan makanan yang diberikan aman, bergizi, tepat sasaran, dan memenuhi standard.
Salah satunya, transformasi MBG 2.0 yang menyentuh pola penyajian makanan. BGN telah melakukan percontohan MBG prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi sebagai salah satu inovasi dalam penyelenggaraan MBG.
Konsep tersebut diarahkan agar peserta didik mendapatkan pengalaman makan yang lebih baik sekaligus mendorong kebiasaan perilaku positif, termasuk kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Saat ini, Program MBG telah berjalan dalam skala besar dengan total penerima manfaat mencapai 57.491.334 jiwa, melibatkan 1.027.998 tenaga kerja, serta didukung oleh 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.