Sementara itu, PT Bakrie Indo Infrastructure berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 952,25 miliar, naik Rp 678,87 miliar atau 248.3 persen, yang merupakan dampak konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) di 2026.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti meyakini bahwa perseroan mampu mencetak pertumbuhan jangka panjang. Optimisme ini didorong oleh struktur keuangan yang semakin kuat, proyek infrastruktur strategis seperti jalan tol dan jaringan pipa minyak dan gas bumi, serta ekspansi di sektor industri masa depan seperti elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, waste-to-energy (WtE) dan energi hijau lainnya. Langkah ini diyakini mendatangkan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus mendukung pembangunan nasional.

β€œMeski demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi,” kata Roy.