Untuk keberadaan bahasa Enggano menghadapi tantangan besar karena jumlah masyarakat yang masih mampu menggunakannya semakin berkurang, sebab diperkirakan hanya 700 orang yang masih dapat berbahasa Enggano.

Saat ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk mendorong lahirnya regulasi yang mendukung pelestarian bahasa Enggano.

"Dengan memasukkan pembelajaran bahasa Enggano ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, anak-anak di Pulau Enggano dapat mempelajari dan menggunakan bahasa daerahnya sejak dini," terang dia.

Andriana berharap komitmen pemerintah daerah dapat diwujudkan melalui kebijakan konkret agar bahasa Enggano tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.