NADIKABAR.COM — Balai Bahasa Bengkulu mencanangkan untuk memasukkan pembelajaran bahasa Enggano ke dalam kurikulum muatan sekolah khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah.
Hal tersebut dilakukan sebab, kondisi bahasa Enggano membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami setiap tahun datang ke Pulau Enggano dan melihat langsung bahwa penutur bahasa Enggano semakin sedikit. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelamatkannya," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan di Kota Bengkulu, Sabtu.
Ia menyebut bahwa Provinsi Bengkulu memiliki tiga bahasa daerah yang menjadi kekayaan budaya masyarakat yaitu bahasa Bengkulu, bahasa Rejang, dan bahasa Enggano.