"Inilah alasan utama mengapa pelestarian tradisi ini sangat penting. Ini merupakan bagian dari siklus kehidupan masyarakat yang menjamin ketersediaan pangan," katanya.Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap pelestarian tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, melainkan terwujud dalam proses pewarisan berkelanjutan dari generasi tua kepada generasi muda."Kami berharap tradisi ini tidak hanya hadir saat festival, tetapi terus diwariskan. Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini menjamin Hudoq tetap hidup di tengah masyarakat Long Pahangai khususnya, dan Mahulu umumnya," katanya.

Hal ini terlihat dari aneka kuliner tradisional yang memanfaatkan bahan tumbuhan hutan, seperti penggunaan daun-daun tertentu untuk membungkus makanan dalam prosesi ritual.

Pengetahuan etnobotani yang terkandung di dalamnya menunjukkan bahwa pelestarian Hudoq erjalan beriringan dengan pelestarian alam agar lingkungan tidak rusak."Hudoq adalah bukti bagaimana masyarakat menjaga tidak hanya tradisinya, tetapi juga harmoni dengan alam sekitar. Semoga ini menjadi jalan untuk terus melindungi warisan budaya maupun lingkungan hidup di Mahulu," kata Lestari.