Sayangnya, hasilnya terlihat kurang alami dan memicu berbagai meme di internet.
Hampir satu dekade kemudian, Cavill menjadikan pengalaman tersebut sebagai inspirasi Mustache Protocol. Dalam game ini, pemain bertugas menghentikan sekelompok seniman CGI nakal yang berencana menghapus seluruh kumis di dunia.
Premis kocak tersebut menjadi sindiran terhadap kontroversi yang pernah dialami pemeran Superman itu.
Cavill membuat Mustache Protocol dengan bantuan laptop Googlebook dan sejumlah teknologi AI.
Salah satunya Google Antigravity, yang memungkinkan pengguna mengubah instruksi bahasa sehari-hari menjadi mekanisme permainan. Pendekatan ini dikenal sebagai vibe coding, yakni membuat perangkat lunak dengan bantuan AI tanpa harus menulis seluruh kode secara manual.
Cavill juga menggunakan Rambler untuk merapikan ide melalui perintah suara, Magic Pointer untuk mengolah elemen visual, serta Continue On untuk melanjutkan pekerjaan antara ponsel Android dan Googlebook.