Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menambahkan bahwa seluruh instansi terkait seperti kesehatan, pemadam kebakaran, hingga kepolisian akan disatukan dalam satu komando terpadu.
"Jadi ya kita lihat nanti sistem seperti apa, yang jelas ini dibutuhkan, sebagaimana perintah gubernur tentu ini kita akan segera koordinasi lebih lanjut biar bisa dimanfaatkan untuk masyarakat karena bencana butuh, kesehatan butuh, damkar butuh, tapi bagaimana ini menjadi satu termasuk kepolisian," ujar Teja.
Terkait kebutuhan operasional di lapangan, BPBD Bali memastikan penambahan tenaga operator tidak harus selalu merekrut personel baru melainkan memberdayakan SDM yang ada melalui pelatihan intensif.
"Makanya yang paling penting adalah membangun komitmen, karena dalam praktiknya nanti akan butuh SDM, butuh pelatihan, butuh perlengkapan, butuh dukungan anggaran, jadi kalau operator butuh berapa nanti diambil dari mana kan bisa, tidak mesti merekrut baru," tuturnya.
Meski pemerintah pusat memberikan batas waktu implementasi penuh selama dua tahun, jajaran Pemprov Bali optimistis seluruh tahapan integrasi dapat diselesaikan jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan.