Ia mengatakan pertumbuhan sektor pariwisata perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan, transportasi publik, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, energi, dan pelabuhan.

Sejumlah persoalan masih dihadapi Bali, antara lain kemacetan, keterbatasan fasilitas publik, serta kesenjangan pembangunan antara kawasan Bali Selatan dan wilayah lainnya.

Karena itu, dukungan APBN diperlukan untuk merealisasikan pembangunan jalan nasional, konektivitas Singaraja-Mengwi, Jalan Lingkar Bali, dan jaringan penghubung antarkabupaten.

Infrastruktur lain yang dinilai penting mencakup konektivitas Nusa Penida, jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, serta pengembangan pelabuhan dan logistik di Celukan Bawang, Sangsit, Amed, dan Gunaksa.

Pemerintah Provinsi Bali juga memprioritaskan penyediaan air bersih melalui SPAM Telagawaja, Bendungan Sidan, dan Bendungan Titab, serta pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Koster mengatakan pembangunan konektivitas yang merata di Bali Utara, Timur, Tengah, dan Barat diperlukan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar kawasan selatan.