Capaian aktivitas usaha tersebut juga tercermin pada raihan EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Pada tahun 2025, EBITDA Perseroan mencapai Rp 899 miliar, meningkat 110,5% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 427 miliar.
Ghimoyo menyampaikan, peningkatan EBITDA memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk memperkuat keberlanjutan usaha.
"Kondisi ini memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan kewajiban pembiayaan, sekaligus menjaga kapasitas investasi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan," jelasnya.
Perbaikan kinerja keuangan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya kinerja operasional pada sejumlah komoditas pangan. Dari sisi produksi, realisasi produksi gula pada 2025 mencapai 329.728 ton atau 103% dari target sebesar 321.427 ton.
Pertumbuhan produksi tersebut turut mendorong kinerja penjualan gula, termasuk penjualan Gula Kristal Putih (GKP). Aktivitas usaha pangan lainnya juga mencatatkan perkembangan positif, yang tim redaksi lain tercermin dari kinerja Anak Perusahaan pada sektor perdagangan, peternakan, garam, perikanan, dan pertanian.