NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah jadi fondasi kemajuan dalam memperkuat kedaulatan pangan, energi, investasi, industrialisasi, hingga pembangunan sumber daya manusia. Dia menilai berbagai capaian yang ada memperlihatkan keseriusan pemerintah membangun kemandirian bangsa di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Memasuki tahun ketiga, kata dia, tantangan terbesar pemerintah adalah memastikan keberhasilan berbagai program strategis tersebut semakin nyata dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan pendapatan, penguatan daya beli, serta pemerataan kesejahteraan hingga ke pelosok daerah.

"Dua tahun pertama Presiden Prabowo telah memperlihatkan fondasi pembangunan yang semakin kuat. Tahun ketiga harus menjadi pembuktian bahwa pertumbuhan ekonomi, investasi, dan berbagai program pemerintah benar-benar mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan rakyat. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya harus terlihat dari kehidupan masyarakat yang semakin baik," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (21/10/26)

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menjelaskan, salah satu capaian penting pemerintahan Prabowo terlihat dari realisasi investasi selama dua tahun yang mencapai Rp 3.923,2 triliun dengan penyerapan 5.485.944 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2.031 triliun atau 51,8 persen mengalir ke luar Pulau Jawa.

Perkembangan ini menunjukkan mulai menguatnya pemerataan investasi antar daerah. Namun, pemerintah perlu memastikan investasi yang masuk memberikan dampak ekonomi berkelanjutan melalui pembangunan industri pengolahan, penguatan rantai pasok domestik, transfer teknologi, serta keterlibatan tenaga kerja dan pelaku UMKM lokal.

Investasi di sektor pertambangan, misalnya, harus mampu mendorong tumbuhnya industri hilir dan usaha pendukung di daerah penghasil, sehingga masyarakat setempat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Pemerintah juga perlu memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi oleh masyarakat Indonesia.