Sementara program Cek Kesehatan Gratis telah diakses lebih dari 106,3 juta masyarakat, disertai revitalisasi 16.167 sekolah dan pengoperasian 22 rumah sakit baru di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Besarnya jangkauan program tersebut harus diimbangi pengawasan kualitas makanan, keamanan pangan, kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, serta pemerataan fasilitas pendidikan.
"Program besar pemerintah harus dijaga kualitas dan ketepatan sasarannya. Makan Bergizi Gratis harus melahirkan generasi yang lebih sehat, sekolah yang baik harus menghasilkan anak-anak yang lebih cerdas, dan layanan kesehatan harus semakin mudah dijangkau masyarakat," papar Bamsoet.
Kemudian, Bamsoet juga mengingatkan pentingnya mempercepat pengentasan kemiskinan. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan tercatat 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta jiwa, dengan kemiskinan perdesaan 10,67 persen dan perkotaan 6,34 persen.
Pemerintah perlu memperkuat ekonomi desa, produktivitas petani dan nelayan, pembiayaan UMKM, lapangan kerja formal, serta perlindungan daya beli masyarakat. Bersamaan dengan itu, komitmen Presiden Prabowo memberantas korupsi, menutup kebocoran kekayaan negara, dan memperbaiki tata kelola sumber daya alam harus diperkuat melalui transparansi anggaran, pengawasan belanja negara, serta penegakan hukum yang konsisten agar manfaat pembangunan semakin besar dirasakan rakyat.
"Tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo harus menjadi tahun percepatan kesejahteraan rakyat. Angka kemiskinan harus terus turun, lapangan kerja semakin terbuka, daya beli menguat, dan kesenjangan antardaerah semakin menyempit. Rakyat harus merasakan langsung hasil pembangunan dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Bamsoet.