Waketum Golkar ini mengatakan dalam wisuda tahun ini, Unperba meluluskan 70 sarjana dari lima program studi, yakni Manajemen, Akuntansi, Teknik Mesin, Informatika, dan Agribisnis. Sejak memulai kegiatan perkuliahan pada 2019, kampus tersebut telah meluluskan 338 sarjana.
Unperba juga memperoleh izin pembukaan tiga program studi baru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu Teknik Komputer, Teknik Industri, dan Hukum Bisnis. Dia berharap penambahan program studi bisa memperluas akses pendidikan.
"Pembukaan tiga program studi baru harus diikuti peningkatan mutu pendidikan. Saya ingin Unperba melahirkan sarjana yang mampu membantu mengembangkan UMKM, memajukan pertanian, meningkatkan produktivitas industri, dan memperkuat perekonomian daerah. Ilmu yang diperoleh di kampus harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," urai Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengtakan Unperba menjalankan Program Beasiswa Orang Tua Asuh untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan tinggi. Termasuk warga binaan lembaga pemasyarakatan.
Program tersebut telah memberikan beasiswa kepada puluhan mahasiswa dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari individu dan perusahaan hingga anggota sejumlah partai politik, antara lain Golkar, Gerindra, PKS, dan PKB. Bamsoet mengatakan dukungan lintas kelompok itu menunjukkan jika pendidikan bisa menjadi kepentingan bersama yang melampaui perbedaan pilihan politik.