"Melalui Program Beasiswa Orang Tua Asuh, kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan menjadi sarjana. Pendidikan harus menjadi jalan memutus rantai kemiskinan dan membuka kesempatan meningkatkan taraf hidup. Saya mengapresiasi dukungan individu, perusahaan, serta anggota Partai Golkar, Gerindra, PKS, dan PKB yang ikut membantu program ini," papar Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini mengatakan Program Beasiswa Orang Tua Asuh bisa menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai kekuatan politik dalam memperluas akses pendidikan.

Dia mengatakan mahasiswa dari keluarga kurang mampu perlu mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan. Hal itu, agar mereka mampu memperoleh pekerjaan yang layak, membangun usaha, dan mengangkat perekonomian keluarganya.

Sebab itu, kata dia, pengembangan UNPERBA harus terus diarahkan pada peningkatan mutu akademik, penguatan karakter, kewirausahaan, serta pengabdian masyarakat. Menurutnya, dengan begitu manfaat pendidikan bisa dirasakan masyarakat Purbalingga dan sekitarnya.

"Jangan sampai ada anak muda yang kehilangan masa depan karena orang tuanya tidak mampu membiayai kuliah. Pendidikan adalah salah satu jalan paling kuat untuk mengubah nasib keluarga. Bawalah ilmu sebagai bekal, integritas sebagai pedoman, kerja keras sebagai kebiasaan, dan pengabdian sebagai tanggung jawab. Keberhasilan sejati terlihat dari karya dan manfaat yang kita berikan kepada orang lain," pungkas Bamsoet.