Bamsoet juga mendukung gagasan Ketua Umum Pontjo Sutowo agar Munas FKPPI 2026 nanti menetapkan Garis-garis Besar Haluan Perjuangan FKPPI atau GBHP sebagai pedoman jangka panjang organisasi. GBHP diperlukan agar arah perjuangan FKPPI tetap konsisten, lintas generasi, dan tidak berubah-ubah setiap terjadi pergantian kepemimpinan.
"FKPPI harus memiliki haluan perjuangan yang mampu menjaga kesinambungan organisasi lintas kepengurusan. Kita tidak boleh setiap pergantian kepemimpinan kembali mencari arah dari awal. GBHP harus menjadi kompas yang memastikan siapa pun yang memimpin FKPPI tetap bergerak dalam satu visi besar, dengan program yang terukur dan relevan terhadap kebutuhan bangsa," katanya.
Menurutnya, kebutuhan terhadap GBHP semakin mendesak karena tantangan kebangsaan terus berkembang. Ancaman terhadap ketahanan nasional kini tidak hanya terkait keamanan fisik, tetapi juga polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, disinformasi digital, ketergantungan ekonomi, percepatan teknologi, serta kompetisi geopolitik dan geoekonomi global.
"Jangan sampai FKPPI kuat dalam jumlah anggota, tetapi arah geraknya berubah-ubah mengikuti siapa yang sedang memimpin. Organisasi besar harus mempunyai garis perjuangan yang lebih permanen. Program boleh berubah menyesuaikan kebutuhan zaman, tetapi nilai, visi, dan tujuan perjuangannya harus mempunyai pijakan yang kokoh," jelas Bamsoet.