NADIKABAR.COM — Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menelusuri jejak sejarah dan warisan budaya masyarakat Betawi untuk memperkuat identitas Betawi di tengah pesatnya perkembangan Jakarta sebagai kota global.
"Kaum Betawi tidak boleh tercerabut dari akar sejarahnya. Kita harus mengenal, merawat, dan mewariskan sejarah kepada generasi muda agar identitas Betawi tetap hidup dan mampu memberikan kontribusi bagi Jakarta sebagai kota global," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bamus Betawi Anas Mahruf di Jakarta, Senin.
Kunjungan dan diskusi di Museum Benyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta Timur, tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran sejarah, menjaga peninggalan leluhur, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam melestarikan kebudayaan Betawi.
Selain itu, pengenalan dan pewarisan sejarah harus terus dilakukan agar masyarakat Betawi tidak kehilangan identitas di tengah perubahan Jakarta yang semakin modern.
Kegiatan itu terdiri dari diskusi yang menghadirkan tiga narasumber, yakni H Biem Triani Benyamin, Syarif Hidayatullah, dan Munir Arsyad.