Upaya pelestarian juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendataan, perawatan, dokumentasi, edukasi, dan kerja sama berbagai pihak.

Lebih lanjut, Anas menjelaskan pemilihan Museum Benyamin Sueb sebagai lokasi kegiatan memiliki arti penting dalam mengingat kontribusi tokoh seni dan budaya terhadap pembentukan identitas Jakarta.

Museum, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami perjalanan sejarah, kreativitas, dan karakter budaya Betawi.

Melalui program penelusuran situs bersejarah di lima wilayah kota Jakarta, Bamus Betawi mendorong penguatan inventarisasi situs, dokumentasi sejarah, publikasi, pendidikan kebudayaan, serta pelibatan generasi muda.

"Pesan yang diusung dalam kegiatan ini pun tegas, jangan lupakan sejarah, rawat warisan leluhur, perkuat identitas, dan tentukan masa depan kaum Betawi," ucap Anas.