Mereka membahas pentingnya pelestarian warisan budaya, penguatan dokumentasi sejarah, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga situs-situs bersejarah.

Dalam kesempatan tersebut, H Biem Triani Benyamin menyoroti peran museum dan peninggalan tokoh budaya sebagai sarana pendidikan sekaligus regenerasi kebudayaan.

Sosok Benyamin Sueb menjadi contoh seni dan kreativitas dapat memperkenalkan identitas Betawi kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Syarif Hidayatullah menekankan pentingnya penelusuran sejarah dengan menggunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, di antaranya arsip, naskah, peta lama, peninggalan fisik, serta tradisi lisan.

Di sisi lain, Munir Arsyad menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dalam merawat museum, makam tokoh, situs bersejarah, serta berbagai peninggalan budaya lainnya.