Hasil analisis ini sesuai dengan gaya wadah serupa yang sebelumnya ditemukan di Mesir, Turki dan Yunani. Temuan-temuan tersebut menggambarkan luasnya jalur perdagangan laut pada Zaman Perunggu.

Sebuah wadah menjadi perhatian khusus karena desainnya yang unik, yaitu memiliki sembilan tanda dan dua lubang pada bagian badannya. Menurut para peneliti, ciri-ciri ini menunjukkan bahwa wadah tersebut mungkin digunakan untuk mengolah susu menjadi mentega atau keju.

Lebih lanjut, para peneliti meyakini kapal tersebut sedang berlayar dari pesisir Levant menuju wilayah Hisarlik, yang kini berada di Turki, atau Pulau Kreta di Yuni, ketika kapal itu terbalik dan tenggelam.

Penggalian ini dipimpin oleh Hakan Oniz, associate professor arkeologi di Universitas Akdeniz.