NADIKABAR.COM — Kawasan Bendung Karet Sungai Juana Pati, mengalami kekeringan dan menyisakan hamparan ikan sapu-sapu yang menumpuk di dasar kolam. Hal ini memicu kekhawatiran sekaligus berkah untuk warga.

Diketahui fungsi utama Bendung Karet Sungai Juana di Pati untuk mengatur distribusi air irigasi untuk ribuan hektare lahan persawahan. Bendung Karet ini sebagai penyekat tim redaksi air asin dan tawar di Sungai Juana.

NadiKabar pertama kali melihat keringnya Bendung Karet ini pada Selasa (1/9). Nampak jutaan ikan sapu-sapu terdampar di tengah sungai yang mengering. Banyak ikan juga mati di sekitar lokasi.

Warga Juwana sendiri kaget dengan keringnya Bendung Karet. Warga menyebut ini pertama kalinya sungai mengering.

"Terus dulu waktu pembangunan saya ke sini banyak air, terus ternyata sekarang habis. Ini karena pengaruh musim kemarau panjang, biasanya nggak seperti ini, ini ada embung Karet untuk menyekat air asin dan tawar, tapi ini kemarin ekstrem jadi airnya susut," ungkap warga bernama Anton saat di lokasi.

Usai Sungai Juana mengering, warga pun memanfaatkannya untuk memburu ikan sapu-sapu yang terdampar di lokasi.

Salah satunya Saipul, yang mencoba mencari peruntungan. Ia bersama warga setempat memunguti ribuan ekor ikan sapu-sapu yang terdampar.

"Ini ambil ikan sapu-sapu, nanti mau dikirim ke pabrik, buat pelet atau tepung ikan," kata Saipul ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).

Saipul datang bersama 10 orang lain datang ke Bendung Karet. Mereka membawa kendaraan pikap dan boks yang digunakan mengangkut ikan sapu-sapu.

"Kita bagi rata semua. Ini ada 10 orang warga sini semua (warga Desa Bungasrejo)," jelasnya.

Dia mengatakan ikan sapu-sapu dijual dengan harga Rp 2.500 per kilogram. Saipul kali ini mendapatkan 1 ton yang akan dikirim ke pabrik. Rencananya ia bersama warga lain akan mengumpulkan ikan tersebut untuk dijual.