Kegiatan usaha Wanoja Coffee melibatkan jaringan petani yang membudidayakan varietas utama Andung Sari dan Lini S. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 70 ton green bean per tahun.
Bagi bank bjb, sektor perkebunan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu bentuk kerja sama dengan Wanoja Coffee dilakukan melalui pola referral pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani mitra binaan.
Dalam skema tersebut, Wanoja Coffee merekomendasikan petani kepada bank bjb untuk mengajukan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, proses persetujuan dan penyaluran kredit tetap dilakukan berdasarkan prosedur serta penilaian bank.
Setelah pembiayaan dicairkan, dana untuk kebutuhan budidaya dikelola melalui mekanisme yang disepakati, termasuk pemindahbukuan berdasarkan surat kuasa dari petani. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi, seperti pembelian bibit, pupuk, pembayaran upah tenaga kerja, dan kebutuhan budidaya lainnya selama satu siklus produksi.
Wanoja Coffee juga melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala kepada petani mitra, mulai dari masa budidaya hingga panen. Hasil panen berupa cherry maupun beans kemudian dibeli oleh Wanoja Coffee sesuai harga yang telah disepakati sebelumnya.
Sepanjang 2022 hingga 2026, kerja sama tersebut tercatat menghasilkan 90 fasilitas pembiayaan bagi petani mitra binaan Wanoja Coffee dengan total penyaluran mencapai Rp 6,635 miliar.
Dari sisi penjualan, volume kopi Wanoja Coffee tercatat sebanyak 25 ton pada 2022, meningkat menjadi 35 ton pada 2023, dan mencapai 80 ton pada 2024. Pada periode yang sama, porsi ekspor juga meningkat dari 10 persen pada 2022 menjadi 17 persen pada 2023, kemudian mencapai 63 persen pada 2024.