NADIKABAR.COM — DPLK bank bjb terus mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan Bulan Dana Pensiun 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, DPLK bank bjb juga mendorong masyarakat memasukkan perencanaan dana pensiun sebagai bagian dari pengelolaan keuangan jangka panjang agar kebutuhan di masa depan dapat dipersiapkan secara lebih terencana.

"Persiapan pensiun tidak seharusnya baru dilakukan ketika seseorang mendekati masa pensiun. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk membangun dana pensiun secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuangan masing-masing," ungkap Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

"Karena itu, masyarakat usia produktif perlu mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat, antara lain dengan mengelola pengeluaran secara bijak, menyisihkan sebagian penghasilan, serta menyiapkan instrumen keuangan untuk mendukung kebutuhan jangka panjang," imbuhnya.

Bulan Dana Pensiun juga menjadi kesempatan bagi DPLK bank bjb untuk memperkenalkan peran DPLK dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Lewat kegiatan ini, masyarakat juga diharapkan memahami bahwa dana pensiun bukan hanya persiapan saat berhenti bekerja, tetapi juga perencanaan untuk menjaga kualitas hidup di masa depan.

Irwan menekankan perencanaan pensiun perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Masyarakat tak perlu menunggu penghasilan besar untuk mulai menyiapkan dana pensiun. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun kesiapan finansial.

"Karena itu, bank bjb terus mengajak masyarakat untuk mulai memikirkan dan mempersiapkan masa pensiunnya sejak sekarang, tidak perlu menunggu usia mendekati pensiun," paparnya.

Ia menambahkan, literasi keuangan penting untuk membantu masyarakat mengambil keputusan finansial secara bijak, termasuk menentukan prioritas kebutuhan saat ini dan mempersiapkan masa depan. Literasi dana pensiun juga diharapkan mendorong masyarakat mengelola pendapatan dengan perspektif jangka panjang, termasuk menyiapkan kebutuhan setelah masa produktif.

Padukan Edukasi Finansial hingga Aktivitas Gaya Hidup Sehat

Dalam kegiatan Bulan Dana Pensiun, edukasi kesiapan finansial dipadukan dengan aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan kebersamaan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan di masa pensiun tak hanya soal finansial, tetapi juga kesehatan dan kehidupan sosial. Upaya tersebut sekaligus mendorong inklusi keuangan melalui pemahaman dan akses terhadap solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

"DPLK bank bjb akan terus berupaya menghadirkan edukasi keuangan yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya merencanakan keuangan secara lebih menyeluruh, mulai dari kebutuhan jangka pendek hingga tujuan finansial jangka panjang," jelas Irwan.

Melalui peningkatan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin sadar mengenai pentingnya memiliki dana pensiun, tetapi juga terdorong untuk mulai menerapkan kebiasaan finansial yang lebih disiplin dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan semangat "Siap untuk Masa Depanmu", DPLK bank bjb berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi, literasi, dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi perencanaan dana pensiun yang dapat membantu setiap individu mempersiapkan masa depan secara lebih percaya diri, terencana, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini berlangsung di Lapangan Saparua, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026).

Pada kegiatan, hadir Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat Darwisman, Direktur Pengawasan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat Dinar Sukmasari, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya edukasi, literasi, dan inklusi keuangan melalui momentum Bulan Dana Pensiun Tahun 2026.

Hadir pula Asisten Daerah II Kota Bandung Dudy Prayudi, Direktur Kepatuhan bank bjb Asep Dani Fadillah, Ketua Dewan Pengawas DPLK bank bjb Nur Hasan Kurniawan, serta Ketua Pengurus DPLK bank bjb Rinda Merindawati.