"Riwayat pembayaran yang baik memegang peranan penting untuk memudahkan persetujuan pembiayaan KPR," ujarnya.
Berdasarkan kinerja per 30 September 2026, portofolio pembiayaan KPR Bank BSN mencapai Rp58,9 triliun, terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp39,7 triliun dan KPR Non-Subsidi Rp19,2 triliun.
Bank BSN juga mencatatkan pangsa pasar sekitar 24,8 persen dalam penyaluran KPR Subsidi FLPP secara nasional.
Perseroan saat ini menempati posisi sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan total aset.
Gelar wicara bertajuk "Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda" tersebut turut menghadirkan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma.