Sebagaimana diketahui, pertumbuhan sejumlah negara di kawasan mendapat dorongan dari investasi dan ekspor produk berteknologi tinggi yang berkaitan dengan AI.
Bank Dunia mencatat permintaan terhadap produk AI menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekspor di sebagian besar negara kawasan. Kontribusinya bahkan mencapai lebih dari 70 persen di Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Sementara itu, Indonesia relatif belum memperoleh manfaat sebesar negara-negara tersebut dari integrasi rantai nilai global yang berkaitan dengan AI.
Namun, kondisi itu diimbangi oleh kuatnya permintaan domestik yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Di saat yang sama, adopsi AI tetap menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.