Franziska menilai negara-negara yang masih dalam tahap awal pengembangan AI tetap bisa memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan domestik.
Penguatan keterampilan sumber daya manusia, infrastruktur digital dan energi, akses pembiayaan, serta iklim usaha dinilai menjadi fondasi penting agar adopsi AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.
Adapun Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026 dan 2027.
Di sisi lain, ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan tumbuh rata-rata 4,5 persen pada 2026 dan 2027.
Bank Dunia menilai penguatan permintaan domestik perlu terus diikuti dengan peningkatan investasi swasta, terutama ketika stimulus fiskal mulai berkurang.