Mengutip Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, Koko menyebutkan, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia saat ini telah mencapai 43,07%, sementara tingkat inklusi keuangan syariah baru berada di 13,24%. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menghadirkan edukasi yang diikuti dengan akses terhadap produk dan layanan yang mudah dijangkau, sehingga masyarakat dapat beralih dari memahami manfaat keuangan syariah menjadi menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami percaya bahwa literasi yang baik perlu diiringi dengan akses yang mudah terhadap layanan keuangan syariah yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Sebagai bank syariah digital, Bank Aladin Syariah berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang sederhana, inklusif, dan memberikan manfaat nyata, sekaligus mendukung upaya OJK dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia," ujar Koko dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).