NADIKABAR.COM — PT Bank Jago Tbk menunjukkan pertumbuhan positif hingga kuartal III-2026, tercermin dari peningkatan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit. Hingga akhir September 2026, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah, termasuk 13,1 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.

Bank Jago juga mencatat DPK tumbuh 21% menjadi Rp 28,9 triliun dari Rp 23,9 triliun pada September 2025. Porsi current account and savings account (CASA) mendominasi DPK sebesar 53% atau setara Rp 15,4 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47% atau Rp 13,5 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 19% dari Rp 23,5 triliun menjadi Rp 27,9 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,9%, lebih rendah dibandingkan rata-rata perbankan nasional.

Aset Bank Jago tercatat sebesar Rp 42,1 triliun per September 2026, naik 22% dari Rp 34,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) naik 50% dari Rp 199 miliar menjadi Rp 298 miliar.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan, fokus Bank Jago adalah mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik.