NADIKABAR.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat kolaborasi dengan sesama bank pembangunan daerah (BPD) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi itu terutama dilakukan bersama BPD yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat eksistensi masing-masing BPD dan menciptakan peluang bisnis baru. Selain itu, kolaborasi diharapkan melahirkan value creation sehingga seluruh anggota KUB BPD dapat tumbuh bersama.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menilai kolaborasi menjadi jalan tengah bagi pelaku industri keuangan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Menurut dia, kolaborasi membuat pelaku industri dapat bertahan, tumbuh bersama, dan saling melengkapi.

"Kolaborasi antar BPD menjadi salah satu enabler bagi pertumbuhan ekonomi negara, dari regional untuk kekuatan nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah penyediaan layanan digital pembayaran yang diimplementasikan oleh Bank Banten. Layanan tersebut bernama Jconnect PartnerPay, produk digital milik Bank Jatim.

Layanan ini memudahkan nasabah Bank Banten bertransaksi secara real time, cepat, dan aman melalui QRIS serta Virtual Account. Layanan itu mengusung moto 'Satu Platform, Untuk Semua Pembayaran'.

Dengan layanan tersebut, Bank Banten sebagai mitra strategis pemerintah daerah dapat membantu masyarakat di Provinsi Banten melakukan pembayaran. Sejumlah instansi dan nasabah korporasi Bank Banten telah menggunakannya.

Instansi yang memakai layanan itu antara lain RSUD Banten, RSUD Balaraja, dan RSUD Labuan. Pada Januari hingga Agustus 2026, total transaksi melalui layanan tersebut tercatat sekitar 21.095 transaksi.

Di luar kolaborasi antar-BPD, Bank Jatim menjalankan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan di semua segmen. Penyaluran itu difokuskan pada sektor ekonomi produktif.

Bank Jatim juga mengelola dana masyarakat dan menyediakan jasa keuangan untuk mempermudah transaksi. Pembayaran dividen turut menjadi kontribusi sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi di daerah.

Sebagai informasi, kinerja bank Jatim per September 2026 secara konsolidasi mencatatkan total aset Rp163,37 triliun atau tumbuh 30,59 persen. Kredit yang disalurkan mencapai Rp110,82 triliun, tumbuh 38,09 persen.

Pengelolaan dana masyarakat tumbuh 25,87 persen atau setara Rp125,02 triliun. Adapun pendapatan bunga bersih tumbuh 39,19 persen.

Laba bersih pada triwulan III 2026 tercatat Rp1,86 triliun atau tumbuh 61,89 persen. Untuk posisi bank only, total aset Bank Jatim tercatat Rp102,61 triliun dengan penyaluran kredit pada posisi ini mencapai Rp66,54 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp76,37 triliun, sedangkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp4,44 triliun. Laba bersih bank only tercatat Rp1,06 triliun.