Kinerja ini ditopang oleh kredit secara bank only naik 16 persen yoy mencapai Rp1.605,8 triliun dan perbaikan non performing loan (NPL) bruto bank only ke level 0,98 persen pada kuartal III 2026.

Bank berkode emiten BMRI ini terus berinovasi menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, menghadirkan ekosistem layanan emas terintegrasi yang mencakup Tabungan Emas, cicilan emas melalui KSM Emas, hingga pengambilan emas fisik.

Bank Mandiri terus mengembangkan layanan keuangan melalui bisnis bank bullion dengan ekosistem layanan emas terintegrasi. Layanan tersebut mencakup Tabungan Emas, cicilan emas melalui KSM Emas, dan pengambilan emas fisik sebagai bagian dari inovasi bisnis perseroan.