Persoalan kedua yang ditemukan Atika tidak kalah penting. Banyak orang ingin mengadopsi anjing berdasarkan ras atau penampilannya, tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan apakah karakter dan kebutuhan anjing tersebut sesuai dengan gaya hidup mereka.

Sebagai gambaran, orang yang lebih suka menghabiskan waktu di rumah bisa saja memilih Border Collie yang membutuhkan banyak aktivitas. Begitu pula seseorang yang gemar beraktivitas di bawah sinar matahari mungkin belum tentu cocok dengan Siberian Husky yang memiliki kebutuhan perawatan dan lingkungan tertentu.

Atika kemudian menggunakan ChatGPT untuk mengembangkan Find Your Pawfect Match, situs yang konsepnya seperti matchmaking atau aplikasi pencari jodoh, tetapi untuk calon pemilik dan anjing.

Pengguna harus menjawab 10 pertanyaan mengenai gaya hidup dan kondisi mereka. Berdasarkan jawaban tersebut, situs akan memberikan rekomendasi jenis atau ras anjing yang dinilai paling sesuai.

Menariknya, hasilnya tidak selalu berupa rekomendasi untuk segera mengadopsi anjing. Jika kondisi pengguna dinilai belum sesuai untuk memelihara anjing, mereka dapat memperoleh hasil bahwa mereka mungkin belum siap untuk mengadopsi.

Menurut Atika, pesan tersebut memang berpotensi membuat sebagian orang kecewa. Namun, ia menilai penting untuk mengingatkan calon pemilik bahwa memelihara anjing membutuhkan waktu, biaya, perhatian, dan sumber daya yang tidak sedikit.