NADIKABAR.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan 270 unit mesin pompa air (alkon/water pump) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat pada Senin (12/10).
Penyaluran di bawah payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli ini dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, pemerintah daerah, serta instansi terkait, yang menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau.
Selain mesin pompa air, BRI Peduli turut menyediakan perlengkapan penunjang pemadaman, di antaranya selang hisap sepanjang lima meter, selang air, serta nosel untuk digunakan petugas sesuai kebutuhan di lapangan.
Langkah ini memperlihatkan sinergi kuat dengan pemerintah, yang berangkat dari kepedulian BRI terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, BRI Peduli juga mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat terdampak, terutama warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dengan menyalurkan masker dan vitamin guna mendukung daya tahan tubuh selama menghadapi paparan kabut asap.
"Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla, baik melalui penyediaan peralatan bagi petugas maupun bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran upaya pemadaman, sekaligus meringankan dampak yang dirasakan warga agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari hingga kondisi berangsur pulih," ujar Dhanny.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai penyebaran titik api, akses menuju kawasan kebakaran yang sulit dilalui kendaraan, hingga keterbatasan sumber air.
Kondisi tersebut menuntut kesiapan petugas serta ketersediaan sarana pemadaman yang memadai, terutama untuk menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang beragam.
Karhutla juga menimbulkan berbagi risiko bagi masyarakat, terutama kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas ekonomi warga. Untuk itu, upaya pengendalian kebakaran membutuhkan kolaborasi agar dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.
Dandim 1204/Sanggau-Sekadau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menyampaikan apresiasi kepada BRI atas bantuan mesin pompa air yang praktis dan mudah dimobilisasi. Menurutnya, tambahan sarana pemadaman ini dapat menunjang tugas personel dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan, terutama terhadap titik api yang membutuhkan respons cepat.
"Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi kepedulian BRI yang turut mendukung upaya penanggulangan dampak asap karhutla di Kalimantan Barat," pungkasnya.