Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor di tengah penurunan volume komoditas yang dikirim ke luar negeri. "Jadi barang produksi turun pendapatan naik," tegasnya.

Sementara itu, ekspor nikel juga menunjukkan peningkatan. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel dilaporkan mencapai sekitar US$ 24,55 miliar, naik dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$ 21,22 miliar.