NADIKABAR.COM — Kebiasaan bertransaksi digital masyarakat Indonesia ternyata menyimpan celah bahaya yang sangat besar. Riset terbaru menunjukkan mayoritas pengguna smartphone di Tanah Air aktif menggunakan ponselnya untuk transaksi perbankan (mobile banking) hingga belanja online, tetapi mengabaikan proteksi keamanan pada perangkat mobile mereka.
Fenomena mengkhawatirkan ini melatarbelakangi langkah Bitdefender menggandeng PT Gema Informatika Abadi (PT GIA) sebagai distributor eksklusif untuk mendistribusikan solusi keamanan siber rumah tangga dan mobile secara masif di Indonesia per 8 Oktober 2026.
Data dari Global Anti Scam Alliance mengungkapkan ketimpangan tajam antara perilaku digital dan tingkat kesadaran proteksi pengguna: