NADIKABAR.COM — Banyuwangi kembali dipercaya pemerintah pusat menjadi daerah percontohan nasional dalam penanganan kemiskinan. Setelah menjadi pilot project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos), kini Banyuwangi dipilih Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai lokasi piloting Program Pemberdayaan dan Pengentasan Sosial Ekonomi (PPSE).

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan model pemberdayaan keluarga penerima manfaat (KPM) agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial (bansos). KPM akan didorong meningkatkan kapasitas ekonomi, memiliki aset, memperoleh akses usaha, hingga mandiri dan graduasi dari bansos.

Model yang dikembangkan di Banyuwangi nantinya diharapkan menjadi pembelajaran dan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Penunjukan Banyuwangi sebagai lokasi piloting disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan saat Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan jajaran perangkat daerah di Banyuwangi, Jumat (21/8/2026).

Andy mengatakan, kepercayaan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Banyuwangi menjalankan piloting digitalisasi Perlinsos yang kini telah diperluas ke 43 kabupaten/kota di Indonesia.

Atas capaian tersebut, Kemensos kembali memilih Banyuwangi sebagai lokasi percontohan untuk mengembangkan model pemberdayaan dalam pengentasan kemiskinan.