"Kita perlu meningkatkan jumlah pendidikan vokasi secara signifikan. Saat ini, pengangguran di kalangan lulusan universitas cukup tinggi, sementara industri kendaraan listrik masih membutuhkan tenaga insinyur. Karena itu, kita perlu menyiapkan lebih banyak talenta melalui pendidikan vokasi," katanya.
Menurut Wamen Stella, perguruan tinggi perlu memetakan kebutuhan industri untuk menentukan kompetensi yang harus dikembangkan melalui pendidikan. Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar penyelarasan kurikulum, penyediaan program magang, dan pelibatan praktisi industri dalam pembelajaran.
Ia menuturkan pemerintah ingin mencocokkan kebutuhan industri dengan program pendidikan di perguruan tinggi agar industri dapat terlibat dalam kurikulum agar mahasiswa sudah mengenal industri kendaraan listrik sebelum mereka lulus.
"Mahasiswa juga dapat memperoleh kesempatan magang, sementara kurikulum diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Industri juga dapat mengirimkan tenaga ahli untuk mengajar di politeknik," ucap Stella Christie.