Sebelumnya, inflasi beras tertinggi pernah terjadi di Maret dengan 0,65 persen karena merupakan momentum puncak Ramadhwan dan Idul Fitri.
Untuk menahan fluktuasi harga beras selama bulan Oktober, Bapanas bergerak cepat memberikan penugasan tambahan untuk program SPHP beras.
Adapun penugasan pertama penyaluran SPHP beras sejak Maret telah 100 persen direalisasikan Bulog pada minggu keempat September.
"Beras itu harus terus dijaga kestabilannya. Kondisi global saat ini sedang siaga waspada. Namun kita di Indonesia, insya Allah aman," tutur Amran.
Bapanas mencatat sepanjang Oktober, penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke masyarakat mencapai sekitar 161 ribu ton.
Sebagian besar digulirkan sebagai beras program SPHP melalui Bulog demi menjaga akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap beras dengan harga terjangkau.
Selain itu, Bapanas bersama pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan kalangan swasta konsisten mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selama bulan Oktober, dengan realisasi sebanyak 1.595 kali di 38 provinsi.