"Dan membangun industri otomotif bukan sekali jadi. Ini adalah proses. Dan proses itu harus berlanjut, tidak boleh berhenti di sini," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum untuk mengembangkan industri otomotif nasional.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan cita-cita lama Indonesia untuk memiliki industri otomotif sendiri, termasuk keinginan menggunakan mobil buatan dalam negeri.
Dalam pengembangan kendaraan listrik, Rachmat menyoroti tantangan penyediaan infrastruktur pengisian daya. Ia menyebut jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia masih kurang dari 6.000 unit.
Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.