Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem industri secara menyeluruh, termasuk pengembangan komponen dan baterai kendaraan listrik.
Rachmat menyebut keberadaan industri baterai di Indonesia serta keterlibatan perusahaan otomotif global sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem yang mendukung produksi kendaraan listrik.
Menurut dia, Indonesia memiliki modal berupa ketersediaan bahan baku baterai yang melimpah untuk mendukung pengembangan industri tersebut.
Ia juga menyinggung proyeksi penjualan kendaraan listrik global pada 2026 yang mencapai 23 juta unit. Peluang pasar tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan kesinambungan pembangunan infrastruktur dan penguatan industri otomotif nasional.