Ia mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber protein yang relevan dari perairan.
Berdasarkan statistik Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), sekitar 55 persen sumber protein masyarakat Indonesia berasal dari ikan.
"Nah sekarang dengan program-program besar seperti MBG (makan bergizi gratis) dan sebagainya, ada kebutuhan juga untuk terus mendorong konsumsi protein yang memang masih rendah di Indonesia dan salah satunya adalah melalui blue food," katanya.
Leonardo mengatakan Bappenas bersama mitra pembangunan internasional, termasuk Stanford University, Uni Eropa, dan sejumlah mitra dari kawasan Asia Pasifik tengah mengembangkan Blue Food Assessment sebagai inisiatif riset untuk mendukung pengembangannya di Indonesia.
"Oleh karena itu, sebenarnya kami hadir di sini untuk melihat salah satu contoh. Salah satu contoh yang memastikan bahwa produksi dari ikan ini blue food yang memang menjadi komponen penting bagaimana Indonesia mentransformasikan sistem pangan itu sudah didukung dengan pola-pola yang baik, termasuk inisiatif dari perusahaan seperti Japfa," ujarnya.