NADIKABAR.COM — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas (Kementerian PPN/Bappenas) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendorong transisi menuju ekonomi sirkular melalui peluncuran Circular Economy Steering Group (CE SG).
Platform koordinasi ini diinisiasi untuk mendukung perumusan kebijakan, sinkronisasi program, dan pemanfaatan sumber daya secara efisien. CE SG juga memperkuat kolaborasi antara kementerian/lembaga dan mitra pembangunan dalam mendukung implementasi Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular (RAN-ES) 2025-2045.
“Saya berharap Circular Economy Steering Group yang akan diresmikan hari ini bisa mewadahi adanya eskalasi inisiatif sirkular yang masif dan juga memitigasi risiko tumpang tindih. Melalui steering group, kita bisa menyelaraskan misi dari berbagai kementerian yang didukung dengan mitra-mitra pembangunan dan tentu saja didukung juga oleh komunitas dunia usaha,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam agenda peluncuran CE SG, dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Kehadiran CE SG diharapkan menjembatani arah kebijakan nasional dengan kebutuhan implementasi ekonomi sirkular di lima sektor prioritas, yaitu pangan, plastik kemasan, elektronik, konstruksi, dan tekstil.
Kelima sektor tersebut berkontribusi hampir sepertiga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 43 juta orang pada 2019.