NADIKABAR.COM — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melanjutkan perundingan dengan otoritas kepabeanan China agar perusahaan eksportir sarang burung walet yang terkena penangguhan kembali memperoleh akses ke pasar negara tersebut.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, komunikasi dengan General Administration of Customs of China (GACC) masih berlangsung guna mencari penyelesaian terhadap pembatasan yang dihadapi sejumlah perusahaan Indonesia.
"Kita sedang melakukan diplomasi, perundingan, cocok-cocokan dengan GACC China," kata Karding seusai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, perundingan tersebut diharapkan dapat membuka kembali akses pasar bagi perusahaan yang terkena penangguhan sekaligus memberikan peluang bagi eksportir lain yang memenuhi persyaratan untuk memasuki pasar China.
"Perusahaan-perusahaan kita ini ada yang dibuka, atau ada yang baru, bisa masuk lagi," ujarnya.
Meski demikian, Karding memastikan penangguhan terhadap sejumlah eksportir sarang burung walet Indonesia secara resmi masih berlangsung hingga saat ini.
"Secara ofisial masih," katanya menjelaskan perkembangan status penangguhan tersebut.