NADIKABAR.COM — Atlet para tenis meja Indonesia Barce Eynstend Layaba mengalihkan fokus ke nomor ganda campuran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perunggu pada tunggal putra kelas 4-5 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa.

"Tentunya sangat optimistis karena dari segi pertandingan, lawan, kita beberapa kali ketemu lawan-lawan yang berat juga, tapi kita bisa mengatasi itu," kata Barce seusai pertandingan.

Barce akan berpasangan dengan Leli Marlina pada nomor ganda campuran kelas XD10 yang dijadwalkan memulai pertandingan fase grup pada Rabu (21/10).

Berdasarkan jadwal pertandingan, pasangan Indonesia tersebut akan menghadapi atlet dari Kamboja pada pukul 15.00 waktu setempat, dilanjutkan melawan Taiwan pukul 16.45 dan Thailand pukul 18.30.

Barce mengatakan persaingan pada nomor ganda campuran membutuhkan konsentrasi lebih karena setiap pasangan memiliki persiapan dan ambisi yang sama untuk meraih hasil terbaik.

"Tentunya harus lebih fokus karena lawan-lawannya juga mereka juga berlatih, mereka juga doa yang sama memberikan yang terbaik," ujarnya.

Sebelumnya, Barce harus mengakui keunggulan wakil China Peng Zhengyang dengan skor 1-3 (9-11, 4-11, 13-11, 9-11) pada semifinal tunggal putra kelas 4-5.

Ia mengatakan pertandingan tersebut menguras tenaga dan pikiran karena menghadapi lawan dengan karakter permainan cepat serta pukulan keras.

"Hari ini pertandingannya sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena tentunya lawan di semifinal ini lawan unggulan dari China, dia nomor satu China sekarang," katanya.

Meski gagal mencapai final, Barce tetap mensyukuri medali perunggu yang diraihnya pada penampilan perdana di Asian Para Games.

"Ini Asian Para Games pertama saya. Dan tentunya puji Tuhan sekali, Asian pertama ini saya bisa kasih yang terbaik," ujar Barce.

Ia berharap pengalaman dari pertandingan tunggal dapat menjadi bekal untuk menghadapi persaingan di nomor ganda campuran.