Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, luas perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah tersebut mencapai sekitar 2,30 juta hektare pada 2025, dengan produksi sekitar 5,72 juta ton.
Program mandatori biodiesel B50 mulai diterapkan pada 1 Juli 2026, melalui pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen bahan bakar solar untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hingga pertengahan September 2026, penyaluran B50 telah menjangkau 6.050 dari 6.412 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau sekitar 94 persen.
Sementara itu, harga tandan buah segar (TBS) sawit petani swadaya Riau untuk tanaman berumur sembilan tahun naik Rp75,48 menjadi Rp3.679,40 per kilogram (kg) pada periode 21–27 Oktober.
Pada periode yang sama, harga TBS petani mitra plasma untuk kelompok umur tanaman sembilan tahun turun Rp37,97 menjadi Rp3.745,42 per kg.