NADIKABAR.COM — Barisan Muda Riau (BMR) menilai Program Biodiesel B50 membuka peluang penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku energi, sekaligus berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.

"Harapannya, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani sawit di Riau," kata Aktivis BMR Jimmy Saputra Nasution dalam keterangannya, diterima di Jakarta, Selasa.

Jimmy menyampaikan hal tersebut dalam diskusi publik Barisan Muda Riau (BMR) bertema "Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto: Sawit, Energi dan Ekonomi Hijau" di Pekanbaru, Senin (26/10).

Menurut dia, peningkatan penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku energi dapat memperluas pasar domestik komoditas perkebunan tersebut, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi daerah penghasil.

Peluang tersebut dinilai penting bagi Riau yang memiliki potensi perkebunan sawit besar dan berperan dalam mendukung pasokan bahan baku industri nasional.

"Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. Kami mengapresiasi upaya pemerintah mengoptimalkan komoditas ini untuk mendukung kemandirian energi," ujarnya.